assalamualaikum wr.wbr.

15 September 2010

Sejarah Ka'bah

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” al- Imran, ayat 96.


Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di kota Mekkah di dalam Masjidil Haram. ia merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.


Ka’bah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter (Lihat foto berangka Ka’bah). Ka’bah disebut juga dengan nama Baitallah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang dibangun dan dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah. Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”, kalau kita membaca ayat di atas, kita bisa mengetahui bawah Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim as menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Ka’bah telah ada sebelum Nabi Ibrahim menginjakan kakinya di Makkah. Pada masa Nabi saw berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum diangkat menjadi rasul, bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali Hajar Aswad namun berkat hikmah Rasulallah perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa kekerasan, tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.


Pada zaman Jahiliyyah sebelum diangkatnya Rasulallah saw menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, ka’bah penuh dikelilingi dengan patung patung yang merupakan Tuhan bangsa Arab padahal Nabi Ibrahim as yang merupakan nenek moyang bangsa Arab mengajarkan tidak boleh mempersekutukan Allah, tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah yang Tunggal, tidak ada yang menyerupaiNya dan tidak beranak dan diperanakkan. Setelah pembebasan kota Makkah, Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung patung tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah.




Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci ka’bah (lihat foto kunci ka’bah) dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.


Pada zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as pondasi bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir pada saat Rasulallah saw berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi ka’bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan ka’bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail (lihat foto) yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka’bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.


Karena agama islam masih baru dan baru saja dikenal, maka Nabi saw mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka’bah sehinggas ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: “Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka’bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka’bah”, sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim”. Jadi kalau begitu Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah. Makanya dalam bertoaf kita diharuskan mengelilingi Ka’bah dan Hijir Ismail. Hijir Ismail adalah tempat dimana Nabi Ismail as lahir dan diletakan di pangkuan ibunya Hajar.




Ketika masa Abdurahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan Ka’bah dibuat sebagaimana perkataan Nabi saw atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam, terjadi kebakaran pada Ka’bah akibat tembakan pelontar (Manjaniq) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka’bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Rasulallah saw pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim as. Dalam sejarahnya Ka’bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.


Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka’bah sesuai dengan pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi saw. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan masalah khilafiyah oleh penguasa sesudah beliau dan bisa mengakibatkan bongkar pasang Ka’bah. Maka sampai sekarang ini bangunan Ka’bah tetap sesuai dengan renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang


Hajar Aswad merupakan batu yang dalam agama Islam dipercaya berasal dari surga. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semangkin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma wangi yang unik dan ini merupakan wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya. Dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh di sisi luar Ka’bah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi saw. Karena beliau selalu menciumnya setiap saat bertoaf. Dan sunah ini diikuti para sahabat beliau dan Muslimin.



Pada awal tahun gajah, Abrahan Alasyram penguasa Yaman yang berasal dari Habsyah atau Ethiopia, membangun gereja besar di Sana’a dan bertujuan untuk menghancurkan Ka’bah, memindahkan Hajar Asswad ke Sana’a agar mengikat bangsa Arab untuk melakukan Haji ke Sana’a. Abrahah kemudian mengeluarkan perintah ekspedisi penyerangan terhadap Mekkah, dipimpin olehnya dengan pasukan gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Beberapa suku Arab menghadang pasukan Abrahah, tetapi pasukan gajah tidak dapat dikalahkan.




Begitu mereka berada di dekat Mekkah, Abrahah mengirim utusan yang mengatakan kepada penduduk kota Mekkah bahwa mereka tidak akan bertempur dengan mereka jika mereka tidak menghalangi penghancuran Ka’bah. Abdul Muthalib, kepala suku Quraisyi, mengatakan bahwa ia akan mempertahankan hak-hak miliknya, tetapi Allah akan mempertahankan rumah-Nya, Ka’bah, dan ia mundur ke luar kota dengan penduduk Mekkah lainnya. Hari berikutnya, ketika Abrahah bersiap untuk masuk ke dalam kota, terlihat burung-burung yang membawa batu-batu kecil dan melemparkannya ke pasukan Ethiopia; setiap orang yang terkena langsung terbunuh, mereka lari dengan panik dan Abrahah terbunuh dengan mengenaskan. Kejadian ini diabadikan Allah dalam surah Al-Fil



Makam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak di sebelah timur Ka’bah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di saat beliau membangun Ka’bah bersama sama puteranya Nabi Ismail. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubbah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang.



Multazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah berjarak kurang lebih 2 meter. Dinamakan Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu. Setiap doa dibacakan di tempat itu sangat diijabah atau dikabulkan. Maka disunahkan berdoa sambil menempelkan tangan, dada dan pipi ke Multazam sesuai dengan hadist Nabi saw yang diriwayatkan sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash.




Terakhir, saya sangat berharap semoga artikel “Ka’bah” ini bisa membawa mangfaat, menyejukan hati dan menambah semangat kita dalam mengenal dan mencintai rumah Allah.




Walallahua’lam

Hasan Husen Assagaf (http://hasanalsaggaf.wordpress.com/)
http://www.forumsains.com/agama-dan-filosofi/sejarah-ka'bah/

14 September 2010

Cara Membuat Read More pada Postingan

Saya yakin masih banyak yang bingung cara membuat read more pada postingan, apalagi blooger pemula seperti saya, tapi tidak usah bingung apalagi gundah gulana, dimana ada kemauan pasti ada jalan..gampang kok, ini aku dapat dari http://saungweb.blogspot.comsori mas aku copas dari postingan anda, biar blogger-blogger pemula seperti saya nggak kebingungan lagi. Okey sobat Blogger langsung aja KLIK INI

Cara Sholat Jenazah

Sholat Jenazah hukumnya adalah Fardlu Kifayah, artinya kewajiban itu akan gugur bila telah dilaksanakan oleh sebagian muslim yang lain, sehingga karena hukum itulah yang membuat umat muslim kencendrungan tidak mau melakukan sholat Jenajah,mungkin salah satu diantaranya adalah saya dengan fikiran sudah terwakili. Padahal keutamaan sholat jenajah itu luar biasa
Rasulullah saw. bersabda:

“Barang siapa menghadiri jenazah sampai jenazah itu disalati, maka ia mendapatkan satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka ia mendapatkan dua qirath. Ada yang bertanya: Apakah dua qirath itu? Rasulullah saw. bersabda: Sama dengan dua gunung yang besar.” (HR Abu Hurairah)

Bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Barang siapa menyalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud.” (HR Tsauban)

Ataukah keengganan seorang muslim untuk ikut melaksanakan sholat jenajah karena tidak tau tata caranya..? tidak usah malu jawab aja ia, saya juga dulu begitu kok, saya tidak ikut sholat jenajah karena saya tidak tau tatacaranya, Sholat Jenajah itu gampang banget, sholat jenajah itu tidak perlu rukuk dan sujud, yang kita lakukan hanyalah berdiri, takbir sebanyak 4 (empat) kali.
Takbir Pertama membaca Al-fatiha sasmpai selesai
Takbir kedua membaca Solawat Nabi SAW : Allahumma Shalli Alaa Muhammad,
Takbir Ketiga membaca doa : Allahummaghfir lahuu warhamhu wa’aafihii wa’fu’anhu,(kalau mayitnya Perempuan ditambah lahaa),
Takbir Keempat membaca :Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu, setelah itu baru salam. Nah gimana gampangkan, jadi mari kita selalu ikut sholat jenajah

Penyebab Bad Sector Hard Disk

Ass..wr..wbr
Ini adalah pengalaman aku yang sangat menjengkelkan..beberapa kali laptopku hang dan amat lambat aku sih taunya pasti kena virus, setelah aku seken dengan antivirus yang aku punya nihil nggak ada virus..setelah cari-cari penyebabnya ternyata mengalami badsector pada hardisc..aku jadi tambah bingung apa itu badsector ?, ternyata badsector itu adalah kerusakan pada hardisc terutama pada partisi C, ada beberapa penyebab hardisc mengalami badsector diantaranya adalah sbb :
  1. Mematikan Laptop tidak melalui sutdown tapi langsung menekan tombol power laptop
  2. Sering memasang software yang tidak disuport oleh laptop
  3. Bias juga karena virus
  4. Sering membawa laptop kesana kemari
  5. Laptop yang kepanasan
  6. Karena lampu mati tiba-tiba
  7. Dll
Terpaksalah aku nganggur 4 hari tidak kutak atik laptop..karena laptopku jadi pasien dokter laptop maksudku dibawa ke Tukang servis Laptop, mau tau apa yang terjadi kalau laptop kita mengalami badsector..semua data kita akan hilang brow, begitu  satu minggu aku pake laptop setelah comeback dari tukang servis, laptopku merayap lagi seperti semut..dan blang nggak bisa kebuka windowsnya..ya terpaka lagi dibawa kembali ke tukang servis, nah ini yang membuat aku terperangah..badsectornya sudah kronis (ah..seperti penyakit aja) emang betul..ternyata badsector itu seperti penyakit pada manusia lho bisa menyebar.. Bad Sector dapat menyebabkan akibat yang fatal pada sistem dan kadang-kadang bisa menyebar kepada track atau sector yang lain dalam hard disk. Dan ujung-ujungnya umur dari hard disk menjadi lebih singkat. Mau tau apa yang terjadi pada laptopku, hardiscnya nggak bisa diobati lagi, atu-atu jalan biar laptopku hidup lagi, yach terpaksa deh aku ngeluarin uang Rp500.000 untuk beli Hardic..ampun deh.
Nah biar teman-teman tidak mengalami seperti aku, ini aku kasi tip-tip biar laptop tidak mengalami badsector :
  1. Gunakan UPS, saat mencolok laptop ke listrik, untuk menghindari listrik mati tiba-tiba
  2. Jaga kebersihan laptop
  3. Berhati-hati saat memindahkan laptop, jangan memindahkan laptop saat masih hidup
  4. Saat dibawa berpergian hindari dari goncangan
  5. Meskipun tidak ada korelasi dengan bad sector, sebaiknya hard disk anda secara rutin dibersihkan dari file-file temporary dan juga rajin melakukan defrag pada hard disk anda.
Wassalam..semoga bisa membantu, kalau belum puas, silahkan cari info lebih lanjut







04 September 2010

ORMAS dan KEDAMAIAN

Pada dasarnya berdirinya berbagai jenis ORMAS seperti PAMSWAKARSA, LSM dll semata-mata demi kebaikan dan kedamaian masyarakat, berdirinya berbagai ORMAS membantu masyarakat dan pemerintah untuk menjaga agar masyarakat tetap dapat menjalankan kehidupannya sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, entah itu aturan yang dibuat oleh pemerintah semisalnya dalam bentuk Undang-undang atau sejenisnya, ataupun aturan-aturan yang dibuat oleh masyarakat sendiri..

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah "benarkah ORMAS membantu masyarakat dan Pemerintah dalam menjaga tatanan kehidupan masyarakat", kalau jawabannya BENAR, lalu mengapa justru dengan adanya ORMAS masyarakat menjadi takut, mengapa ORMAS yang semestinya menjaga justeru bertindak anarkis/arogan..? ataukah ketakutan masyarakat itu justru munculnya dari masyarakat sendiri, ataukah karena masyarakat indonesia sekarang sudah pndah tabiat dari tabiat ketimoran menjadi tabiat TEXAS sehingga merasa terbelenggu dengan adanya ORMAS..?

Kedamaian menurut pandangan saya adalah hidup berdampingan antara manusia yang satu dengan yang lainnya termasuk dengan lingkungan sekitar, yang penuh dengan ketenangan,senyum,tanpa ada pertikaian dan pertengkaran, saling menasehati dalam kebaikan, saling tolong menolong baik dalam suka maupun duka dan kehidupan yang dijalani sesuai dengan ketentuan dan adat istiadat yang berlaku, tidak peduli apakah kita berbeda Agama, berbeda suku, berbeda ras atau berbeda warna kulit. 

20 Agustus 2010

Kumpulan Link Situs Islam

Ass..wr..wbr saudaraku.
Kebetulan aku baru aja selesai format laptop Toshibaku.. install ulang semua programnya.. nah tinggal program WinRAR, Bluetooth dan AVG, dan WLAN.. syukurlah mbah Google memberikan jawaban.. program winRAR versi 3.93 gratis katanya sih terbaru, anda mau jugakan KLIK AJA DISINI..cari yang Inggris (32 bit) insyaAllah sukses.. Nah saudaraku..untuk menambah wawasan kita tentang Agama Islam, ada kumpulan beberapa Link Islami,yach siapa tau dengan kita membacanya Allah akan memberikan kita hidayah..amiiin, KLIK DISINI muncul dah link-linknya.

Wassalam..semoga bermanfaat

18 Agustus 2010

Ucapkanlah Assalamualaikum

Dikalangan Muslim bahkan Non Muslimpun kalimat Assalamualaikum sudah bukan barang baru lagi, namun seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya kemajuan IT ..kalimat-kalimat sapaanpun sudah beraneka ragam, misalnya nih,,ucapan hai..hallo..hai bro dll, ucapan yang yang berkembang ini sudah mampu mendelet ucapan Assalamualaikum dikalangan muslim sendiri, entah kenapa saya juga bingung sendiri, mungkinkah karena kita tidak faham makna yang terkandung didalam ucapan Assalamualaikum ataukah ucapan Assalamualaikum sudah dianggap kuarang gaul atau kuno..ataukah kita beranggapan ucapan tersebut hanya cocok dikalagan para santri..pondok-pondok pesantren..dikalangan Ulama/kiai...?

Didalam kalimat Assalamualaikum yang terucap, mengandung makna yang luar biasa, selaian sebagai kalimat sapaan juga mengandung Doa, mendoakan seseorang agar selamat,diberikan Rahmat dan Berkah dari Allah SWT Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr Ayat 23:

"Dialah Allah, tidak ada ilaah(sesembahan) yang layak kecuali Dia, Maha Rajadiraja, yang Maha Suci, Maha Sejahtera, Maha Mengaruniai rasa aman, Maha Memelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Memiliki segala keagungan. Maha Suci Allah dari segala yang mereka persekutukan".


Didalam ayat ini, As-Salaam (Maha Sejahtera) adalah satu dari Nama-nama Agung Allah SWT. Kini, Kita akan mencoba untuk memahami arti, keutamaan dan penggunaan kata Salam. Sebelum terbitnya fajar Islam, orang Arab biasa menggunakan ungkapan-ungkapan yang lain, seperti Hayakallah yang artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup, kemudian Islam memperkenalkan ungkapan Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan bahwa Salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti Semoga Allah menjadi Pelindungmu. Ungkapan Islami ini lebih berbobot dibandingkan dengan ungkapan-ungkapan kasih-sayang yang digunakan oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini dapat dijelaskan dengan alasan-alasan berikut ini:

1. Salam bukan sekedar ungkapan kasih-sayang, tetapi memberikan juga alasan dan logika kasih-sayang yang di wujudkan dalam bentuk doa pengharapan agar anda selamat dari segala macam duka-derita. Tidak seperti kebiasaan orang Arab yang mendoakan untuk tetap hidup, tetapi Salam mendoakan agar hidup dengan penuh kebaikan.

2. Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah SWT. Tak satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapapun juga tanpa perkenan Allah SWT.

3. Perhatikanlah bahwa ketika seseorang mengatakan kepada anda, “Aku berdoa semoga kamu sejahtera.” Maka ia menyatakan dan berjanji bahwa anda aman dari tangan (perlakuan)nya, lidah (lisan)nya, dan ia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga-diri anda.

Ibnu Al-Arabi didalam Ahkamul Qur’an mengatakan:
Tahukah kamu arti Salam? Orang yang mengucapkan Salam itu memberikan pernyataan bahwa ‘kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.’
Kesimpulannya, bahwa Salam berarti, (1) Mengingat (dzikr) Allah SWT, (2) Pengingat diri, (3) Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim, (4) Doa yang istimewa, dan (5) Pernyataan atau pemberitahuan bahwa ‘anda aman dari bahaya tangan dan lidahku’
Sebuah Hadits merangkumnya dengan indah:

"Muslim sejati adalah bahwa dia tidak membahayakan setiap Muslim yang lain dengan lidahnya dan tangannya"

Jika kita memahami hadits ini saja, sudahlah cukup untuk memperbaiki semua umat Muslim. Karena itu Rasulullah Muhammad SAW sangat menekankan penyebaran pengucapan Salam antar sesama Muslim dan beliau menyebutnya sebagai perbuatan baik yang paling utama diantara perbuatan-perbuatan baik yang anda kerjakan.

Ada beberapa Sabda Rasulullah, SAW yang menjelaskan pentingnya ucapan salam antar seluruh Muslim.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kamu tidak dapat memasuki Surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sehingga kamu berkasih-sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih-sayang diantara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal.” (Muslim)

Abdullah bin Amr RA mengisahkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah amalan terbaik dalam Islam?” Rasulullah SAW menjawab: Berilah makan orang-orang dan tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kamu saling mengenal ataupun tidak.” (Sahihain)

Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu'jam Al Kabir oleh At Tabrani)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.”
Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86:

Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.

Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim. Suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan, “Assalaamu’alaikum.” Maka Rasulullah SAW pun membalas dengan ucapan “Wa’alaikum salaam wa rahmah” Orang kedua datang dengan mengucapkan “Assalaamu’alikum wa rahmatullah” Maka Rasulullah membalas dengan, “Wa’alaikum salaam wa rahmatullah wabarakatuh” . Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan “Assalaamu’alikum wa rahmatullah wabarakatuhu.” Rasulullah SAW menjawab: ”Wa’alaika”.

Orang yang ketiga pun terperanjat dan bertanya, namun tetap dengan kerendah-hatian, “Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan Salam yang ringkas kepadamu, Engkau membalas dengan Salam yang lebih baik kalimatnya. Sedangkan aku memberi Salam yang lengkap kepadamu, aku terkejut Engkau membalasku dengan sangat singkat hanya dengan wa’alaika.” Rasulullah SAW menjawab, “Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik. Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah didalam Al-Qur’an.”

Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, membalas Salam dengan tiga frasa (anak kalimat) itu hukumnya Sunnah, yaitu cara yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Kebijaksanaan membatasi Salam dengan tiga frasa ini karena Salam dimaksudkan sebagai komunikasi ringkas bukannya pembicaraan panjang.

Didalam ayat ini Allah SWT menggunakan kalimat obyektif tanpa menunjuk subyeknya. Dengan demikian Al-Qur’an mengajarkan etika membalas penghormatan. Disini secara tidak langsung kita diperintah untuk saling memberi salam. Tidak adanya subyek menunjukkan bahwa hal saling memberi salam adalah kebiasaan normal dan wajar yang selalu dilakukan oleh orang-orang beriman. Tentu saja yang mengawali mengucapkan salamlah yang lebih dekat kepada Allah SWT sebagaimana sudah dijelaskan diatas.

Hasan Basri menyimpulkan bahwa: “ Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban”

Disebutkan didalam Muwattha' Imam Malik, diriwayatkan oleh Tufail bin Ubai bin Ka’ab bahwa, Abdullah bin Umar RA biasa pergi ke pasar hanya untuk memberi salam kepada orang-orang disana tanpa ada keperluan membeli atau menjual apapun. Ia benar-benar memahami arti penting mengawali mengucapkan salam.

Pada bagian kalimat terakhir Surat An-Nisa ayat 86, Allah SWT berfirman: ... Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.

Disini, mendahului memberi salam dan membalasnya juga termasuk yang diperhitungkan. Maka kita hendaknya menyukai mendahului memberi salam. Sama halnya kita harus membalas salam demi menyenangkan Allah SWT dan menyuburkan kasih-sayang diantara kita semua.

Rasulullah SAW selanjutnya memberikan arahan memberi salam bahwa:

• Orang yang berkendaraan harus memberi salam kepada pejalan-kaki. • Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk. • Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak jumlahnya. • Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal. • Ketika pergi meninggalkan atau pulang ke rumah, ucapkanlah salam meski tak seorangpun ada di rumah (malaikat yang akan menjawab). • Jika bertemu berulang-ulang maka ucapkan salam setiapkali bertemu. Pengecualian kewajiban menjawab salam: • Ketika sedang sholat. Membalas ucapan salam ketika sholat membatalkan sholatnya. • Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur’an, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam. • Ketika sedang buang air atau berada di kamar mandi. Selanjutnya, Allah SWT menerangkan keutamaan salam didalam surat Al-An’aam ayat 54:

Jika orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) datang kepadamu, ucapkanlah “Salaamun’alaikum (selamat-sejahtera bagimu)”, Tuhanmu telah menetapkan bagi diri-Nya kasih-sayang. (Yaitu) Bahwa barangsiapa berbuat kejahatan karena kejahilannya (tidak tahu/bodoh) kemudian ia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Di ayat ini Allah SWT memerintah Nabi Muhammad SAW sehubungan dengan orang-orang beriman yang miskin, yang hampir semuanya menumpang tinggal di tempat para sahabat. Walaupun orang-orang kafir yang kaya meminta agar Rasulullah SAW mengusir para dhuafa’ itu supaya orang-orang kaya itu bisa bersama Rasulullah, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyambut para dhuafa’ Muslim itu dengan ‘Assalamu ‘alaikum’ pada sa’at kedatangan mereka. Hal ini mengandung dua arti: Pertama, menyampaikan penghormatan dari Allah SWT kepada mereka. Ini adalah kehormatan dan penghargaan yang tinggi bagi Muslim yang miskin dan tulus hati. Perlakuan ini menguatkan hati dan menambah semangat mereka. Arti ke-dua, menyampaikan sambutan yang baik yang pantas mereka terima, atas ijin Allah SWT, dengan nyaman, damai dan tenang, meskipun jika mereka membuat beberapa kesalahan.

Semoga Allah SWT menganugerahi kita kesanggupan untuk melaksanakan pengucapan salam dengan semangat islami yang lurus didalam hidup kita sehari-hari dan dengan melaksanakannya menumbuhkan kasih-sayang dan persatuan diantara kita. Amiin. Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London) Translated by Ir. Gusti Noor Barliandjaja and Muhammad Arifin M.A. (Madinah sumber : http://imtiazahmad.com/speeches/in_mengucapkan_salam.htm